
Hallo Sobers, kali ini saya ingin
membahas tentang hobi pelihara ikan hias neh. Seperti Kita tahu kalau
ikan hias itu bermacam-macam jenisnya dan umumnya ikan yang dipelihara
orang-orang yaitu jenis ikan Mas Koki, Koi, Arwana, dll. Dengan pelihara
ikan hias di dalam rumah, selain untuk menghilangkan rasa penat atau
stress, bisa juga dimanfaatkan sebagai pemanis ruangan atau interior
design. Untuk ukuran tempatnya dibutuhkan tidak terlalu besar, ada
sebagian orang yang memakai akuarium yang hanya berukuran kecil sekitar
30x30cm atau dengan membuat kolam ikan jika perkarangan rumah kamu cukup
besar yah.

Bagi masyarakat yang tinggal di kota
Jakarta, sobers pastinya sudah tidak asing dengan nama jalan Kartini
yang berada di kawasan Jakarta Pusat ini. Selain dapat membeli ikan hias
kesayangan, sobers bisa juga mendapatkan pelengkap dan aksessoris
seperti akuarium, oksigen, tanaman hias, juga makanan untuk ikan
tersedia disini (Jl. Kartini). Namun, tahukah sobers bahwa ternyata
pedagang yang berjualan disana itu membeli dan mendapatkan ikan-ikannya
itu berasal dari pasar Parung-Bogor loh.

Lokasinya tidak jauh dari Pasar
Tradisional Parung (jalan poros Jakarta-Bogor). Memang sedikit menjorok
200 meter ke dalam dari Jalan Raya Parung. Tidak ada plang petunjuk
khusus tentang lokasinya. Namun, itu bukan penghalang bagi pengunjung
untuk menjangkaunya. Tempatnya terhubung dengan jalan raya biasa dan Tol
Jagorawi dengan keluar di Sentul. Jika kamu melintas dari arah kawasan
Lebak Bulus, Ciputat, Sawangan, lalu menuju arah Bogor, kamu sebetulnya
sudah berada dalam radius pasar ini. Setelah menembus kemacetan lalu
lintas di depan pasar tradisional Parung, cobalah kurangi kecepatan,
lalu menepikan kendaraan. Begitu Anda menyebut pasar ikan hias,
orang-orang di sebuah mulut gang dengan sigap dan ramah akan menunjukkan
tempatnya.
(ini dia lokasinya sob : for TKP )

Di pasar Parung inilah mereka membeli
dengan partai besar dan mendapatkan harga yang murah pula,lalu dijual di
Kartini biasanya dengan harga eceran atau satuan. Pasar yang luasnya
kira-kira 800 m2 ini disebut-sebut juga sebagai surganya beberapa
penggemar ikan hias air tawar. Konsumen yang datang bukan hanya dari
lokasi pasar ikan Parung, namun juga sebagian kota lainnya seperti
Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor serta Bekasi. Biasanya Konsumen yang
datang membeli di pasar Parung ini untuk dijual lagi, seperti para
pedagang di jalan Kartini.

Ikan hias yang diperjual belikan juga
bermacam, diantaranya ada : Arwana, Koi, Koki, Black Ghost, Cupang,
Neon, Guppy, bahkan ada juga loh ikan Pari air tawar, dan banyak lagi.
Tidak heran bila beberapa penggemar ikan hias air tawar datang kesini
hanya untuk berburu jenis ikan hias yang lagi trend di pasaran.

Selain ikan koi, ikan yang diperdagangkan
dikemas dalam kantong-kantong plastik yang sudah diberi oksigen. Ada
yang satu kantong diisi 1-4 ekor. Ada juga yang diisi 10-25 ekor.
Ikan-ikan itu dibedakan menurut jenis, ukuran, serta warnanya. Cara
(pengemasan) ini di buat agar ada kesan harga murah serta memang untuk
konsumen yang sekaligus pedagang ikan eceran, terang Ebit, peternak
sekaligus pedagang, yang berjualan disini. Ebit mencontohkan, untuk
harga ikan hias sekantong cupang halfmoon isi 30 ekor yang tengah
ngetrend di jual pada Rp.90.000 s/d Rp.130.000 Sekantong neon tetra
diisi 100 ekor di tawarkan dengan harga Rp.50.000. Lima ekor Black Ghost
ukuran dua inci dilego Rp.25.000. Sedang pasar Manfish 30 ekor sekitar
Rp.75.000 s/d Rp.100 ribu an.

Ia juga menuturkan pasar keluarga Mas
Koki, Koki Tossa serta Buldog di jual per ekor Rp.7. 500 serta
Rp.10.000. Untuk 10 ekor Koki Mutiara, Spencer, serta Oranda, harga nya
sama, masing-masing Rp20.000. Arwana Brasil ukuran 15 cm di tawarkan
Rp50.000 per ekor serta oscar Rp5.000 juga per ekor. Tentu saja harga
ikan ikan tersebut masih relatif, mungkin bisa lebih mahal tergantung
proses tawar manawar anda dengan penjual. Selain ikan hias, di pasar
ikan Parung ini dapat di jual beragam jenis tanaman air (Aquascape)
serta sebagian aksesories pendukung akuarium air tawar, baik yang
artifisial ataupun yang asli. Aksesories memanglah jadi sisi yang tidak
terpisahkan lantaran dapat menaikkan keindahan akuarium. Beragam type
tanaman air juga di bandrol dalam kisaran Rp.2.500 s/d Rp 1jt an per
rumpun.

Tips dalam Membeli
Sudah pasti harga-harga semua itu masih
tetap dapat ditawar. Jadi, sobbers mesti pandai-pandai menawar agar
jangan sampai memperoleh ikan yang terlampau mahal. Bila mau mendapatkan
harga terjangkau, sobers kudu ngerti sedikit ngomong sunda dan
betingkahlah seperti orang yang sok tahu serta sok akrab, pasti pedagang
jadi sungkan tawarkan harga tinggi. Pasalnya, disini berlaku hukum
keakraban, semakin kenal pedagang, semakin relatif murah harga yang
didapat sang pembeli.

Menurut Ebit, konsumen biasanya menawar
harga sampai 50% dari harga pedagang. Seorang penjual umumnya tawarkan
harga ikan dengan harga lebih tinggi pada 25% s/d 50% diatas harga dari
petani, tuturnya. Transaksi jual beli disini relatif cepat. Sekali
konsumen mengambil keputusan tidak jadi beli ikan yang di tawarkan,
jangan harap dia dapat kembali lantaran dalam beberapa menit lalu ikan
telah di tangan peminat lain. Ia juga mesti mencari ke pedagang yang
lain. Tetapi bila tak juga memperoleh yang di idamkan, baiknya ia
kembali lagi lusa.

Pasar ikan hias ini yang awalnya buka 24
jam tiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Kini secara perlahan sesuai
permintaan pembeli yang berasal dari luar Bogor, waktu operasinya
berubah menjadi Selasa, Kamis, dan Minggu. Aktivitas dimulai dari pagi
hingga malam hari. “Pasar itu buka tiga kali seminggu karena ikan hias
tidak boleh berada dalam kantong selama dua hari. Bisa-bisa ikan stres”
imbuh Pak Damo Asmarudin (57), Kepala Pengelola Pasar Ikan Hias Parung.
Kini, pasar ikan hias ini dihuni sekitar 200 pedagang sob. So buat kamu
sobers, yang hobi dengan ikan hias langsung aja datangi ke pasar Parung
ini. Ikan apapun tersedia di pasar ini. Selamat berhunting ria ikan
hias.
Semoga bermanfaat sob

